Thursday, September 10, 2009

Final Destination 4

Final Destination 4, merupakan salah satu dari serial Final Destination sebelumnya. Sama seperti biasanya, diawali dengan sebuah vision yang di dapatkan oleh seseorang yang 'beruntung' dalam suatu kejadian. Kemudian diikuti orang-orang yang pergi dari TKP. Dan juga serentetan peristiwa terbunuhnya para 'survivor' dengan cara yang tak diduga-duga.

Kali ini, the luckiest one is Nick. Dia sedang menonton balapan mobil bersama teman-temannya ketika tiba-tiba saja muncul sekelebatan kejadian mengerikan di otaknya : akan ada mobil yang tergelincir dan terguling sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar. Melihat ini, Nick langsung memaksa teman-temannya keluar. Tapi, hanya beberapa saja yang ikut dengannya keluar dari arena balapan, yaitu pacarnya, Lori, Janet, Samantha, Hunt, George (satpam), Charlies, Racist, Naomi, Jonathan (cowboy). Dan akhirnya pun mereka selamat dari kematian.

Tapi bukan berarti mereka bisa santai-santai, karena KEMATIAN AKAN MENGEJAR MEREKA. Benar saja, tak lama setelah ledakan terjadi, mereka berkumpul di depan arena balapan. Ketika sedang berdebat, tiba-tiba sebuah ban meluncur dari atas dengan cepat mengenai Naomi. Karena kecepatan ban yang mengenainya, tubuh Naomi pun hancur berkeping-keping di depan mata mereka semua.

Kemudian, Racist yang tidak terima karena istrinya meninggal akibat ledakan, mengincar satpam arena, George, karena dia menuduh George menahannya untuk menyelamatkan istrinya. Dengan segala persiapan di suatu malam, Racist dengan yakinnya pergi ke rumah George untuk membunuhnya. Namun malang, alih-alih George, malah Racist sendiri yang mati. Ketika sedang mempersiapkan alat-alat untuk membunuh George, kait berantai besi yang dia bawa malah jatuh dan tersangkut di kakinya. Naasnya lagi, mobilnya tiba-tiba jalan sendiri. Otomatis, dia terseret dengan kait berantai di kakinya. Bensin berserakan di belakang mobil dan membakarnya. Dan Racist pun mati.

Kematian selanjutnya mengincar Samantha, yang akhirnya didapatkan di salon. Ketika itu, dia baru saja selesai 'nyalon' yang bisa dibilang gagal total karena 2 anaknya yang sangat nakal sampai dia harus membayar ganti rugi untuk kerusakan yang diakibatkan mereka. Ketika di depan pintu, tiba-tiba sebuah baut dari pemotong rumput di depan salon terpental tepat ke mata Samantha yang mengakibatkan dia tewas seketika dan matanya bolong.

Dari dua kematian berturut-turut tersebut, Nick dan Lori mulai menyadari kalau ada yang aneh dari kematian tersebut. Mereka pun mulai mencari tahu dan akhirnya mendapatkan artikel tentang kejadian-kejadian yang muncul di Final Destination 1-3. Nick dan Lori berusaha untuk memperingatkan Hunt dan Janet. Tapi Janet terlalu takut untuk mendengarnya dan Hunt tidak menanggapi hal itu dengan serius. Akhirnya, mereka berdua kembali berdua.

Nick dan Lori memutuskan untuk kembali ke arena balap untuk mengetahui urutan kematiannya. Disana, dia dibantu George melihat video rekaman kejadian beberapa menit setelah ledakan. Untungnya, George percaya semua kata-kata Nick dan akhirnya membantu.

Jika sesuai dengan urutan, yang seharusnya mati adalah Hunt dan Janet dalam waktu yang bersamaan ataupun beda beberapa detik saja. Menurut vision yang didapatkan Nick, mereka berdua akan mati di tempat yang ada hubungannya dengan air. Oleh karena itu, Nick membagi menjadi 2 tim. Lori dan George mencari Janet dan dia sendiri akan mencari Hunt. Janet yang kemudian diketahui ada di Car Wash, langsung disusul oleh Lori dan George. Janet sudah berada di dalam washer ketika tiba-tiba mobilnya terhenti sendiri. Sunroof mobilnya terbuka setengah dengan sendirinya dan macet. Tidak bisa ditutup. Pipa air di atasnya jebol, sehingga semua airnya masuk ke mobil. Janet berusaha keluar lewat sunroof yang setengah terbuka itu. Sialnya, sunroof tersebut malah menutup sendiri membuat Janet tercekik. Dan parahnya lagi, mesin penjalan mobilnya kembali berjalan membawanya ke tempat pencucian yang buat atap mobil. Ketika sudah hampir satu inch lagi wajahnya di depan pencuci,mobil Lori dan George menahan mobil Janet sehingga dia terselamatkan.

Sementara itu di tempat lain, Nick sedang berusaha mencari Hunt yang ternyata berada di kolam renang. Dia diganggu oleh seorang anak bocah dengan tembakan airnya. Karena kesal, direbutnya pistol air tersebut dan dilemparnya ke sembarang tempat yang sialnya malah mendorong panel DRAIN pada mesin air. Hunt tidak menyadari itu. Dia malah memainkan koinnya yang tiba-tiba terlempar ke dalam kolam dan masuk ke pipa karena sebuah bola golf nyasar. Akhirnya, Huntpun nyebur ke kolam untuk mengambil koin tersebut. Tapi naas baginya, dia malah tersedot ke pipa pengeringan yang ada di dalam kolam. Karena tekanan yang makin lama makin tinggi akibat tertahan tubuh Hunt yang besar, akhirnya tubuh Hunt pun hancur berkeping-keping masuk ke dalam pipa yang langsung meledak karena tingginya tekanan. Hujan darah pun terjadi. Ketika itu terjadi, Nick baru saja tiba di tempat tersebut.

Selanjutnya, yang meninggal adalah si koboi yang ternyata belum meninggal, dia masih selamat dan berada di rumah sakit. Jo meninggal karena tertimpa bak mandi raksasa yang ada di rumah sakit.

Kemudian, sang satpam arena : George. Dia meninggal karena tertabrak mobil ambulance yang sedang ngebut setelah keluar dari kamar Jonathan bersama Nick.

Yang selanjutnya seharusnya adalah Lori. Tapi, karena Nick mendapatkan vision yang sangat jelas, sehingga dia berusaha untuk menyelamatkan Lori yang sedang bersama Janet di bioskop sepenuh hatinya. Akhirnya, merekapun selamat.

Dua minggu kemudian, ketika sedang di sebuah café, Nick menyadari sesuatu. Dia baru menyadari kalau semuanya itu belum berakhir. As soon as he said that, sebuah truk besar melindas mereka yang ada di dalam café.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, menurut gue, Final Destination kali ini harus gue bilang ngga semenggebrak film-film sebelumnya. Mungkin karena durasinya yang sebentar banget banget cuman 80 menit. Dan gue nonton yang 3D. gaya banget yaaaa? Hahaha.. Kan kalau 3D itu ngga ada teks bahasa Indonesianya. Jadi ya gitu, ngartinya garis besarnya ajaa. Hahahaha..

Lagipula, setelah nonton film itu, gue ngga merasakan ada apa-apa. *emang harusnya apa?*

Maksudnya, kayak abis ngga nonton apa-apa gituh. Ngga ngegigit membekas di hati gimanaaaaa gituh. Hahaha. Ngga tau kenapa, ya, tapi ya itu. I have to say so-so to this movie. Menggigitnya pas kita sedang nontonnya doang. Gue akuin, gue teriak-teriak, setres, parno pas nonton tuh film. Kalo ngga percaya, bisa tanya orang yang duduk di sebelah gue : Anggun atau Ka Zahira. Abisan daripada dipendem didalam, malah tambah kagak enak pan. Hahaha.

Tapi buat yang mau nonton film ini, gapapa nonton aja ! untuk teriak-teriak menghilangkan setres. Euh.. Ngga juga sih, tambah stres malah. Hehe. Tapi beneran, nonton aja. Mengobati rasa penasaran, just like I did. Ngga menyesal kok! Trust me deh. Haha.

So, HAPPY WATCHING, GUYS !

No comments:

Post a Comment